Cover of Go Set a Watchman
Novel ‘Go Set a Watchman’ Paling Laris Terjual di Amazon
July 13, 2015
petanque permainan
Petanque Olahraga Baru Untuk Kalangan Anak Muda
July 14, 2015

Pertengkaran Orangtua Berpengaruh Pada Otak Anak

illustrasi pertikaian orangtua

illustrasi pertikaian orangtua

Hai OMK – Anak yang tumbuh dalam situasi orangtua yang sering bertengkar tidak hanya mengalami gangguan secara psikis dan emosional. Namun, berdasarkan sebuah studi terbaru, anak yang memiliki orangtua yang kerap bertengkar akan memproses emosi secara berbeda dan menghadapi tantangan sosial yang lebih besar dibanding dengan yang lainya.

Studi tersebut dipublikasikan di Journal of Family Psychology. Pertama, para peneliti mengkategorikan lingkungan rumah keluarga dengan kategori rendah atau tinggi konflik berdasarkan kuesioner yang diisi oleh para ibu. Kemudian, para peneliti mengukur aktivitas otak anak ketika diperlihatkan foto pasangan yang berpose marah, senang, dan netral.

Hasilnya, anak yang berasal dari keluarga dengan konflik tinggi lebih menunjukkan respon pada otak terhadap foto pasangan orang dewasa yang marah ketimbang anak dari keluarga rendah konflik. Menurut ketua peneliti Alice Schermerhorn, skenario foto tersebut mirip dengan situasi orangtua yang sedang bertengkar di rumah.

“Cara mereka waspada di rumah sama dengan ketika mereka melihat wajah-wajah marah yang ada dalam prosedur penelitian,” sambut Schermerhorn, asisten profesor departemen psikologi University of Vermont, Amerika Serikat.

Selanjutnya, Schermerhorn juga menjelaskan bahwa respon otak yang sama juga ditemukan pada anak-anak yang berasal dari keluarga tinggi konflik ketika melihat foto pasangan dengan wajah senang. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan respon otak antara anak dari kondisi keluarga yang berbeda.

“Pola ini menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga yang tinggi konflik karena otak mereka terlatih untuk waspada, maka mereka memproses tanda-tanda emosi interpersonal, baik marah atau senang, berbeda dengan anak-anak dari keluarga rendah konflik,” jelas Schermerhorn.

Menurut para peneliti, penelitian lanjutan terkait tema ini masih harus dilakukan dan didalami. Akan tetapi, mereka menduga kewaspadaan yang tinggi pada otak anak ini akan berpengaruh pada masalah dalam hubungan sosial. Dengan kata lain, jika kita menyayangi adik atau anak kita yang masih kecil maka jauhkalah keluarga kita dari pertikaian terlebih dihadapan adik atau anak.

 


Sumber Kompas.com

 

Orang Muda Kreatif
Im “Orang Muda Kreatif” and Im Ancel.
Contact me with email st.ancel45@gmail.com
or with my IG: ancelmus
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
It's only fair to share...