Diam itu emas
“ Diam-Diam Menghanyutkan “
August 5, 2015
Gunung Bromo
Ini Loh Gunung-gunung Terindah di Indonesia
August 6, 2015

Atlet Muda Penyandang Tunagrahita Berkarya di Kancah Olimpiade SOWG

Hai OMK – Mirsa Kristopras adalah salah satu atlet muda yang di kirim ke  Los Angeles dalam perhelatan Olimpiade SOWG (Special Olympics World Games), Ia meraih medali emas dalam olahraga renang kategori 50 meter gaya dada putri divisi VII.

Perenang Tunagrahita DKI, Mirsa.

Perenang Tunagrahita DKI, Mirsa.

Seperti yang kita ketahui bahwa penyandang Tunagrahita adalah seseorang yang dimana perkembangan tidak berlangsung dengan normal sehingga mengakibatkan ketidakmampuan dalam bidang intelektual, kemauan, rasa, penyesuaian sosial dan sebagainya.

Hal tersebut tidak terlihat dalam diri Mirsa, pasalnya Ia mampu membuktikan bahwa penyandang tunagrahita dapat berprestasi dikancah dunia.

Ajang olahraga yang peruntukkan oleh tunagrahita ini mampu menyita perhatian banyak kalangan masyarakat. Google Noodle pun turut memeriahkan ajang ini dengan menampilkan Doodle khusus Olimpiade Spesial dilaman utamanya.

Special Olympics World Games 2015

Special Olympics World Games 2015

Para atlet muda Indonesia sendiri mengoleksi 5 perunggu, 12 perak dan meraih medali emas sebanyak 19 medali, mereka hadir di Amerika Serikat menantang atlet-atlet dari 177 negara peserta dan didalamnya ada 7.000 atlet yang turut mengikuti ajang Olimpiade SOWG ini.

Lembaga Olimpiade Istimewa Indonesia (SOIna) memperkirakan, terdapat 7,2 juta penyandang tunagrahita di Indonesia. Jumlah tersebut berdasarkan perhitungan badan kesehatan PBB, WHO, yang menyatakan ada sekitar 3 persen dari populasi yang menyandang tunagrahita. SOIna, sampai 2013, mendata sekitar 100.100 atlet tunagrahita di 33 provinsi.

Tahun ini Indonesia mengirimkan 41 atlet serta 19 pelatih ke ajang Olimpiade Spesial yang dibuka secara resmi oleh Michele Obama pada tanggal 25 juli 2015, kemudian di tutup pada tanggal 2 agustus 2015 lalu.

Menpora Imam Nahrawi mengatakan “Akan kami kasih bonus bagi mereka yang dapat medali emas, perak, dan perunggu,” ujar di Istana Negara, Rabu (15/7). Dia memastikan, pihaknya tak akan membedakan nominal untuk para atlet. “Meskipun angkanya sedang kami hitung. Sebisa mungkin sama dengan yang normal,” imbuh Imam.

 


 

Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn2
It's only fair to share...