Hardian dan Reza, dua mahasiswa UGM yang membuat aplikasi Temu Jasa pemenang Hackathon Indosat.
Aplikasi “Temu Jasa” Service AC dan Sedot WC Pun Bisa
October 15, 2015
the act of killing
Dokumenter Kekejaman Tragedi 1965 “The ACT of Killing (2012)”
November 12, 2015

Orang Muda Ikut Memerangi Faham Radikal di Dunia Maya

suasana workshop Damai itu indah

suasana workshop Damai itu indah

Hai OMK – Indinesian Backtrack Team (IBT) adalah komunitas orang muda pengguna dari sistem operasi LINUX diketuai oleh Dimas Kusuma. Komunitas ini memusatkan perhatian mereka kepada sistem keamanan informasi di dunia maya serta memiliki anggota yang tersebar di kota-kota di Sumatera, Jawa, Bali, NTB dan Sulawesi.

IBT selama ini telah bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di berbagai kota untuk mengembangkan program anti paham radikalisme melalui dunia maya.

Bantuan yang diberikan oleh IBT merupakan pertolongan yang sesuai dengan passion mereka masing-masing. Mereka senang dengan kerjasama ini dikarenakan sama-sama satu visi dengan BNPT.

“Kami merasa bangga karena baru kali ini, sebagai anak muda yang belum apa-apa, teman-teman kami banyak yang masih kuliah bahkan ada yang putus kuliah tetapi kami diberi kesempatan ikut membangun bangsa ini,” ungkap Dimas.

Salah seorang anggota IBT – Arifin – lebih suka bergabung dalam proyek BNPT di forum Damai di Dunia Maya.

“Menyadarkan anak-anak muda mengisi waktu luang untuk hal yang bermanfaat seperti mempelajari komputer, proyek linux dan sebagainya, bukan dihabiskan untuk membaca hal-hal yang radikal. Lebih baik main ke forum atau belajar yang bermanfaat. Selama ini kita di forum BNPT itu yang di workshop dunia maya,” kata Arifin.

Di sela-sela pertemuan di Yogyakarta baru-baru ini, Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti dalam kapasitasnya sebagai deputi kepala BNPT – yang baru saja dipromosikan menjadi Pangdam Wirabuana – mengatakan BNPT kini menggalakkan “soft approach” dalam menangkal faham radikal. Cara yang ditempuh adalah mencegah tidak terjadinya pemboman maupun tindak kekerasan lain dan mengamankan mereka yang belum terpapar, termasuk anak muda melalui program “Damai di Dunia Maya”.

“Mulai tahun 2015 ini BNPT menggagas program Damai Di Dunia Maya karena selama 3 tahun terakhir dunia maya sudah digunakan sebagai alat propaganda, ada hasutan, ada kebencian, ada provokasi, ada ajaran yang melanggar norma-norma maupun kaidah apapun yang berlaku di negara ini,” papar Agus.

Pakar Teknologi Informasi Ono W. Purbo menyarankan, karena 80 persen pengguna media sosial adalah anak muda, ada baiknya mereka dilibatkan dalam kegiatan menulis yang bisa menjauhkan mereka dari faham radikal.​

“Kita banjiri dunia maya ini dengan informasi yang putih (positif), caranya gimana; cara paling sederhana adalah ngajak anak-anak nulis. Mahasiswa, siswa SMK, SMA mulai menulis di internet; berekspresi, menjelaskan misal Islam itu apa kalau tentang Islam. Akhirnya itu akan mengkristalisasi Islam yang bener seperti apa sih. Kita nggak nyerang ISIS sebetulnya tetapi kita menguatkan pemahaman tentang Islam. Ya udah, anak-anak pada ngeblog aja, tapi itu kan perlu gerakan nasional, itu saja,” ujar Ono.

Sementara Bambang Herlandi anggota komunitas Blogger Balikpapan Kalimantan Timur mengatakan selama ini sudah membantu pemerintah baik langsung maupun tidak langsung mencegah faham radikal.

Bambang menjelaskan, “Kalau peran kami blogger ya jelas kami punya media yang bisa kami kelola sendiri. Dengan media itu kita bisa bersosialisasi kepada rekan-rekan kami, ke teman-teman dan follower kami, blog maupun media sosial kami tentang apa itu faham terorisme, radikalisme”.

Sumber voaindonesia.com

Orang Muda Kreatif
Im “Orang Muda Kreatif” and Im Ancel.
Contact me with email st.ancel45@gmail.com
or with my IG: ancelmus
Share on Facebook
Facebook
0Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

It's only fair to share...