the act of killing
Dokumenter Kekejaman Tragedi 1965 “The ACT of Killing (2012)”
November 12, 2015
Sejarah “Sandi” Masa Lampau
November 20, 2015

Kelurahan Glodok Mengadakan Sosialisasi 4 Pilar bersama Charles Honoris

charles honoris glodok

charles honoris glodok

Dalam sambutannya, lurah Glodok memperkenalkan Simon, yang telah naik jabatan dari Sekel Glodok menjadi menjadi Lurah Tamansari. Sebagai pengganti Simon, ia juga memperkenalkan Ibu Susi, sebagai Sekel Glodok. Ia bermaksud memperlihatkan bahwa perkenalan ini sebagai sosialisasi dan mengakrabkan antara pemerintah daerah dengan warganya.

Simon mengatakan permohonan maaf kepada warga, jika selama menjadi Sekel Glodok kurang maksimal dan sekaligus berpamitan kepada warga. Tak lupa Simon juga menyapa petugas PPSU, bimas, Karang taruna, satpol pp dimana mereka adalah teman kerja dalam mengembangkan kelurahan Glodok.

Camat Tamasari, Paris Limbong, dalam sambutannya mengatakan, kondisi Tamansari saat ini sebagai wilayah yang damai, tentram dan tertib. Ini didukung oleh kelurahan. Saat ini kehadiran Charles Honoris sebagai anggota DPR RI juga akan mensosialisasikan tentang 4 pilar dan berjumpa dengan warga.

Tamansari, ada kemajuan-kemajuan. Seperti pelanggaran lalulintas sudah kami tertibkan, penertiban PKL, penertiban fasos dan fasum. Setiap pelanggaran akan ditertibkan. Oleh karena itu, saya mengimbau untuk bersama-sama untuk mewujudkan Glodok yg aman tentram dan tertib. Terutama kepada Charles Honoris untuk dapat selalu berkomunikasi dengan warga.

Di glodok juga ada kirab budaya (pecinan). Kita sama-sama menggali dan meningkatkan budaya, supaya bisa menjadi icon dan kegiatan pemprov Jakarta. Mohon bantuan Charles Honoris untuk membantu memperjuangkan ini semua.

Dalam sambutannya, Charles Honoris menyampaikan bahwa wilayah kecamatan Tamansari adalah wilayah tertib. Charles Honoris menjelaskan tugas dan fungsinya sebagai DPR. Charles Honoris mengucapkan terima kasih kepada camat, lurah dan warga.

Aditya Perdana menyampaikan bahwa MPR/ DPR mempunyai tugas mensosialisasikan pelaksanan 4 pilar. Ia merasa empat pilar sebagai pondasi bangsa, pandangan saya, pensejajaran pancasila dengan nilai-nilai yg lain tidaklah pas. NKRI adalah harga mati hari ini dengan banyak perubahan yg dibuat oleh para politisi di DPR, suasana NKRI sepertinya tidak akan terganggu. Mengenai UUD 45, belakangan ini isu-isu tentang perubahan/amandemen juga santer. Terkait Bhinneka Tunggal Ika, sebagai ikatan pemersatu. Glodok adalah salah satu contoh pelaksanaan Bhinneka Tunggal Ika. Ini dapat terjaga selama ada sinergi dari seluruh lapisan masyarakat.

Narasumber Stefanus Asat Gusma, menyampaikan bahwa pentingnya  MPR/ DPR mensosialisasikan 4 pilar kepada seluruh rakyat indonesia. “Ber Indonesia dulu baru beragama,” katanya. Para pendiri bangsa kita dengan sukarela dan bijak. Awalnya ada konsep pancasila piagam Jakarta. Tetapi para founding father memutuskan untuk memakai pancasila 1 juni. Kalau masyarakatnya sadar, pemerintah akan semakin mudah juga.

Share on Facebook
Facebook
0Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

It's only fair to share...